1. Carilah informasi tentang krisis ekonomi dan moneter di Indonesi...

1. Carilah informasi tentang krisis ekonomi dan moneter di Indonesia th 1997 2. alasan pola pemerintahan sentralistik merupakan salah satu faktor penyebab krisis ekonomi di Indonesia​

Jawaban:

Penjelasan:

1. Krisis Ekonomi dan Moneter di Indonesia Tahun 1997:

Latar Belakang:

Pergolakan Regional: Sejumlah negara Asia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat sebelum krisis, tetapi pada pertengahan 1997, terjadi krisis ekonomi yang sangat signifikan di wilayah tersebut.

Ketergantungan pada Modal Asing: Indonesia, seperti negara-negara lain di Asia Tenggara, sangat bergantung pada modal asing untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Pemicu Krisis:

Krisis Mata Uang: Pada bulan Juli 1997, nilai tukar rupiah mengalami tekanan besar, dan pemerintah Indonesia terpaksa melepas nilai tukar terhadap dolar AS.

Hutang Asing yang Besar: Tingginya utang asing dan defisit perdagangan menjadi beban berat bagi ekonomi Indonesia.

Dampak:

Krisis Keuangan: Sektor perbankan terdampak parah, dengan banyak bank yang mengalami kesulitan likuiditas dan solvabilitas.

**Krisis Ekonomi: **GDP mengalami kontraksi, pengangguran meningkat, dan inflasi meroket.

Protes dan Kericuhan: Masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap situasi ekonomi dan politik.

Reformasi Ekonomi:

Paket Kebijakan Reformasi Ekonomi: Pemerintah Indonesia mengimplementasikan serangkaian kebijakan reformasi ekonomi dengan dukungan Dana Moneter Internasional (IMF).

2. Alasan Pola Pemerintahan Sentralistik sebagai Faktor Penyebab Krisis Ekonomi di Indonesia:

Ketergantungan pada Pemerintah Pusat:

Keputusan Tertinggi di Pusat: Pola pemerintahan sentralistik cenderung membuat keputusan ekonomi dan kebijakan di tingkat pemerintah pusat.

Keterlambatan Respon: Ketergantungan pada pemerintah pusat bisa menyebabkan keterlambatan dalam mengidentifikasi dan menanggapi masalah ekonomi di daerah-daerah.

Kurangnya Fleksibilitas Regional:

Kendala dalam Pengambilan Keputusan Lokal: Pola pemerintahan sentralistik dapat menghambat kemampuan daerah untuk mengambil keputusan ekonomi yang lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Kurangnya Dukungan untuk Inisiatif Lokal: Sistem yang sangat sentralistik dapat menghambat perkembangan inisiatif lokal dan keberagaman ekonomi.

Konsentrasi Pembangunan di Daerah Pusat:

Ketidaksetaraan Pembangunan: Kebijakan pembangunan yang terlalu terpusat pada daerah pusat dapat meningkatkan ketidaksetaraan pembangunan antara pusat dan daerah-daerah.

Keterbatasan Keterlibatan Masyarakat:

Partisipasi Masyarakat yang Terbatas: Pola pemerintahan sentralistik mungkin mengurangi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kurangnya pengawasan dan akuntabilitas.

Kesimpulan:

Pola pemerintahan sentralistik yang kurang fleksibel dan cenderung kurang responsif terhadap kebutuhan lokal dapat menjadi faktor yang menyebabkan keterlambatan dalam mengatasi masalah ekonomi di tingkat regional, dan ini mungkin memberikan dampak pada stabilitas ekonomi nasional.